WHAT'S NEW?
Loading...

SITUS PURBAKALA CANDI ABANG

Salah satu situs Candi yang perlu dijaga bersama merupakan peninggalan sejarah bernilai historis seni dan budaya. Candi abang salah satu candi dari kebanyakan candi yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan model dan tatanan yang berbeda dari kebanyakan candi lainnya.
Jika anda penasaran atau pengen tahu bagaimana candi abang itu mari jalan-jalan lagi ?

Candi ini memang sudah tidak lagi terlihat seperti candi kebanyakan yang masih terlihat kokoh dengan bangunan bertahta batuan kali, kali ini candi ini bertahta batu bata yang terlihat  sudah roboh dan terkubuh oleh gundukan tanah liat.

Posisi candi yang telah terkubur ini tidak lagi dapat dilihat sebagai bentuk candi yang utuh namun bisa disebut runtuhan candi. candi yang terletak diatas bukit kecil di Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta.
Kedatangan pengunjung ditiap musim akan disuguhkan dengan pesona yang berbeda. Keindahan candi ini akan terlihat hijau seperti bukit rumput saat musim hujan namun akan sulit mendapatkan sunset yang diharapkan.

Kedatangan pada musim kemarau sekitaran bukit dedaunan yang ada akhirnya harus gugur karena musim kemarau namun akan memberikan hasil cerita sore dengan jepretan camera siluet yang sangat indah.
 
Situs ini merupakan salah satu situ dengan biaya masuk gratis hanya di minta untuk biaya parkir sebesar Rp. 2.000 untuk kendaraan roda 2 dan Rp. 5.000 untuk kendaraan roda 4 dengan begitu kendaraan akan aman. Untuk menuju  lokasi dibutuhkan tenaga untuk berjalan kaki sepanjang 500m sekaligus menikmati hutan yang ada disekitarnya.


Keindahan alam adalah anugrah Tuhan yang maha kuasa yang wajib kita syukuri dengan mengunjungi dan menjaganya.
  
it's my trip...

MONUMEN JOGJA KEMBALI DENGAN TAMAN PELANGINYA

Kembali ke Yogya dengan keindahan serta tersirat cerita lama yang menjadi kenangan masa perjuangan jaman Belanda hingga kemerdekaan Indonesia. Cerita Museum Monumen Jogja Kembali  juga biasa disebut Monjali  yang merupakan museum sejarah perjuangan sebagai titik peringatan akan kembalinya Ibukota RI Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 dipindahkan dari Batavia (Jakarta) pada waktu itu, museum ini memiliki ciri khas berbentuk kerucut terdiri dari 3 lantai.

Monument yang memiliki sejarah penting akan dahsyatnya perjuangan pada masa itu maka dibangun sebuah tempat dimana setiap kenangan pejuang diletakkan dan ditulis di dalam monument ini. Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Bangunan dengan gaya arsitektur yang unik ini digagas oleh Kolonel Soegiarto selaku Walikotamadya Yogyakarta pada tahun 1983.

Tidak setiap orang memiliki jiwa pengetahuan tentang sejarah sehingga membuat sebagian besar museum banyak ditinggal oleh pengunjungnya hingga tak terawat dan bahkan tinggal kenangan layaknya sejarah perjuangan pada masa dulu.  Monumen ini terletak di sebelah utara kota dan sangat mudah dijangkau berbagai kendaraan baik pribadi maupun kendaraan umum sehingga banyak para pelajar dan darmawisata berkunjung ketempat ini. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Yogyakarta menganggap bahwa peran masyarakat akan pentingnya budaya dan sejarah sangat penting sehingga museum yang begitu gagah dibuat seperti layaknya taman dengan keindahan lampu warna-warni layaknya pelangi dimalam hari.

Cerita kini dalam wadah sejarah perjuangan Indonesia di Jogja. Taman pelangi pesona keindahan baru di malam hari dengan keindahan lampu yang penuh warna akan memberikan keindahan cerita dimalam hari. Dengan menikmati secankir wedang ronde akan memberikan kehangatan dalam tubuh yang akan memberikan selalu kehangatan.



Harga Tiket :
Masuk Rp. 10.000

Buka :
Hari Selasa s/d Minggu

Tutup :

Senin (kecuali hari libur)




Dimana Monjali Berada:
Dilingkar Ringroad sebelah utara dari timur setelah perempatan arah menuju Wisata Kaliurang dan dari barat setelah jembatan layang Jombor